Prinsip dan Cara Menghitung Pajak Karyawan

Karyawan merupakan sebutan untuk orang yang mempunyai pekerjaan dan bekerja pada lembaga atau instansi tertentu. Dimana gaji yang didapatkan pada umumnya akan tetap setiap bulannya dan ditambah dengan berbagai tunjangan, bonus, dan juga tip yang mungkin diterimanya. Karena mendapatkan gaji yang tetap tersebut, karyawan juga mempunyai kewajiban untuk membayar pajak. Dimana cara menghitung pajak karyawan ini cukup mudah dan hanya tinggal menggunakan jenis pajak penghasilan. Dimana mulai pada tahun 2016, pajak yang digunakan adalah PPh 21 yaitu pajak yang akan disesuaikan tari PTKP atau penghasilan tidak kena pajak.

Peraturan pembayaran pajak untuk karyawan ini mulai diberlakukan lewat keputusan Menteri Keuangan dan DPJ dengan nomor PER-16/PJ/2016. Peraturan tersebut mengatur mengenai penyesuaian besarnya penghasilan tidak kena pajak yang dapat dilakukan secara manual ataupun perhitungan otomatis. Dimana jaman yang semakin berkembang ini tentu saja banyak orang yang akan memilih untuk menggunakan aplikasi untuk menghitung pajak sehingga lebih banyak yang lebih memilih untuk membayar dan menghitung pajak secara otomatis menggunakan aplikasi PPh 21 yang ada di situs resmi. Selain dari dasar hukum yang digunakan, ada juga beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan menghitung pajak karyawan adalah dari komponennya seperti:


1. Penghasilan bruto

Komponen yang dipunyai untuk cara menghitung pajak karyawan berdasarkan PPh pasal 21 ini ada 3. Pertama adalah penghasilan bruto yang merupakan penghasilan kotor yang diterima dan juga akan dikenakan pemotongan oleh PPh 21. Dimana untuk menghitung penghasilan kotor ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yang akan menentukan besarnya pajak yang akan dibayarkan.

Dan beberapa hal tersebut adalah sebagai berikut ini:

  • Penghasilan rutin merupakan pajak pribadi yang diterima dari gaji yang secara teratur diterima oleh karyawan dalam jangka waktu tertentu. Dimana penghasilan rutin ini mempunyai jenis-jenis yang selalu didapatkan setiap bulannya. Misalnya saja ada gaji pokok yang akan diterima sebagai gaji menurut pangkat jabatan karyawan. Tunjangan merupakan jenis penghasilan yang ada di luar gaji pokok dan merupakan insentif yang didapatkan.
  • Penghasilan tak rutin merupakan jenis penghasilan yang didapatkan tidak secara teratur seperti jenis pendapatan sebelumnya. Jenis ini misalnya ada bonus yang merupakan penghasilan diluar gaji. Ada juga THR yang diterima sebagai gaji ke 13 dan uang lembur yang dilakukan karyawan.
  • Iuran BPJS dan juga berbagai asuransi yang dibayarkan oleh perusahaan misalnya JKK, JK, dan Jaminan Kesehatan.
  • Tunjangan PPh 21 yang dibayarkan perusahaan dan tunjangan BPJS jika ada.

2. Pengurangan Penghasilan Bruto

Hal selanjutnya yang akan digunakan untuk menghitung gaji karyawan adalah dari pengurangan penghasilan bruto. Dimana hal ini merupakan biaya yang akan dapat untuk mengurangi gaji kotor yang akan diterima. Ada beberapa jenis juga yang akan mengurangi penghasilan gaji kotor untuk karyawan ini, misalnya hal tersebut adalah sebagai berikut:

  • Biaya jabatan merupakan biaya yang akan dikeluarkan untuk kepentingan pekerjaannya. Jenis pajak ini akan mengurangi setidaknya sebanyak 5 persen dari bruto yang akan didapatkan.
  • Biaya pensiun merupakan jenis biaya yang akan dipotong secara bulanan dan akan dapat untuk mengurangi penghasilan bruto setidaknya 5 persen dan setinggi-tingginya sebanyak 200 ribu perbulan.
  • Iuran BPJS yang dibayarkan perbulan akan mempunyai banyak jenis yang ada yaitu Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan jaminan kesehatan.

3. PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)

Atau merupakan penghasilan yang tidak kena pajak adalah komponen untuk menghitung pajak PPh 21. Dimana PTKP ini adalah jumlah nilai penghasilan bruto yang dimiliki oleh wajib pajak yang tidak wajib membayar pajak. Hal ini sesuai dengan peraturan dari Dirjen Pajak No PER-16/PJ/2016 dan juga PMK No. 101/PMK/2016 sesuai aturan berikut ini:

  • 54 juta pertahun atau 4,5 juta perbulan bagi Wajib Pajak pribadi.
  • 4,5 juta pertahun tambahan untuk wajah pajak yang telah menikah.
  • 54 juta pertahun atau 375 perbulan untuk istri yang penghasilannya digabung dengan suami.
  • 4,5 per tahun untuk setiap anggota keluarga sedarah yang menjadi tanggungan karyawan dan maksimal 3 anggota keluarga.

4. Tarif PPh 21

Dan cara menghitung pajak karyawan dipengaruhi oleh komponen tarif PPh 21 yang merupakan tarif pajak yang harus dibayarkan oleh wajib pajak pribadi yang mempunyai penghasilan dengan jumlah tertentu yang telah memenuhi syarat dan stkamurd dari aturan ini. Dimana menurut pasal 17 ayat 1 huruf a dari Peraturan Dirjen Pajak nomor PER-32/PJ/2015 untuk tarif ini berlaku sebagai berikut:

  • WP yang mempunyai tahunan hingga 50 juta mempunyai kewajiban membayar pajak sebesar 5 persen dari gajinya.
  • WP dengan penghasilan lebih dari 50 juta hingga 250 juta mempunyai kewajiban membayar pajak sebesar 15 persen setiap tahun.
  • WP penghasilan di atas 250 juta membayar pajak 25 persen.
  • WP diatas 500 juta membayar 30 persen dari penghasilan.

Leave a Reply