Perbedaan Deposito Berjangka dengan Tabungan

Deposito berjangka yaitu sebuah produk dari bank yang merupakan sejenis dengan tabungan yang biasanya ditawarkan oleh bank kepada masyarakat. Dana dari produk tersebut dijamin oleh LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan dengan memenuhi persyaratan tertentu. Penarikan yang dapat dilakukan dengan produk bank tersebut disesuaikan dengan tanggal pada jatuh tempo dan biasanya pada 1, 3, 6 atau 12 bulan.

Tidak sedikit orang yang mengira jika produk bank tersebut sama dengan tabungan, namun keduanya merupakan hal yang berbeda. Perbedaan pertama adalah dari penarikannya. Jika tabungan dapat ditarik kapan saja namun fasilitas produk tersebut dirancang sesuai dengan tenor atau jangka waktu tertentu. Jika tabungan dapat dilakukan penarikan kapan saja dan dimana saja, sejalan dengan tidak dapat ditarik kapan saja, produk bank tersebut tidak dapat dilakukan penarikan kapan saja. Hanya dapat dilakukan di tempat layanan tersebut dimasukkan. Tidak sedikit orang yang memanfaatkan hal tersebut untuk mengatur keuangan pribadi dengan cara memisahkan antara kebutuhan jangka panjang dan jangka pendek.



Perbedaan kedua adalah mengenai bunga. Bunga pada tabungan lebih rendah jika dibandingkan dengan bunga pada produk bank tersebut. Perbedaan ketiga adalah produk bank tersebut merupakan salah satu jenis dari investasi sedangkan tabungan merupakan tabungan. Resiko untuk berinvestasi dengan cara tersebut merupakan resiko yang paling rendah dan cocok untuk orang yang masih awam yang ingin menginvestasikan uangnya. Lewat produk tersebut, seseorang dapat belajar berinvestasi dan dapat menjadi awal untuk melakukan investasi dengan resiko yang lebih tinggi.

Keuntungan yang ditawarkan dengan melakukan deposito berjangka diantaranya yaitu:

  • Return yang lebih baik dibandingkan dengan menyimpan melalui rekening tabungan karena suku bunga yang lebih tinggi dari pada rekening tabungan.
  • Terdapatnya kemudahan untuk dapat menyimpan atau mentransfer bunga yang didapat ke rekening tabungan.
  • Merupakan salah satu sara investasi yang paling aman jika dibandingkan dengan investasi dengan menggunakan media lain yaitu saham, valuta asing.
  • Dana yang disimpan di simpanan berjangka ini, dilindungi oleh LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan dengan syarat tertentu yaitu bank yang bersangkutan tercatat sebagai salah satu dari anggota LPS. Jika bank bankrut, LPS menjamin dana dari setiap nasabah hingga mencapai Rp 2 M dan suku bunga maksimal adalah 7.5% di setiap bank.

Masing-masing bank memiliki kesepakatan dan ketentuan tersendiri terkait dengan syarat dan ketentuan untuk deposito. Misalnya di salah satu bank M, diterapkan ketentuan dan syarat untuk pengajuan deposito yang berjangka yaitu menyertakan kartu identitas yaitu KTP/paspor/SIM asli untuk WNI. Jika merupakan Warga Negara Asing, maka harus menyertakan passport dan KITAS/KIMS. Jika deposito tersebut untuk perusahaan, maka harus membawa kartu identitas dari pejabat berwenang dari perusahaan tersebut. Selain itu lengkapi dengan akte pendirian perusahaan, SIUP, NPWP dan akte perubahan yang terakhir.

Agar simpanan berjangka tersebut menjadi suatu investasi yang menguntungkan, terdapat beberapa strategi yang dapat diterapkan. Pertama, menentukan jangka waktu atau tenor. Hal ini tergantung pada Anda yang membutuhkan dana tersebut. Oleh karena itu, pertimbangan dan perencanaan sangat diperlukan. Kedua, menentukan jenis dari simpanan berjangka tersebut. Pilih simpanan berjangka yang sesuai dengan kebutuhan misalnya untuk kebutuhan jangka pendek atau menengah. Jika khawatir dan membutuhkan dana secara tiba-tiba dapat memilih simpanan berjangka on call/likuid jika tersedia.

Ketiga, bandingkan suku bunga dari berbagai macam bank. Bandingkan deposito yang sejenis dari bank satu dengan bank lain untuk memilih yang lebih sesuai dengan Anda. Keempat, pisahkan uang yang akan digunakan untuk simpanan berjangka dengan waktu tempo yang berbeda. Keuntungan dari melakukan pemisahan uang untuk simpanan berjangka dengan tempo berbeda diantaranya adalah dapat memperoleh uang tunai yang cepat dan bebas dari pinalti, memiliki tingkat suku bunga yang lebih baik, mendapat kesempatan untuk memperoleh tingkat suku bunga yang besarnya lebih tinggi ketika melakukan investasi ulang.

Dalam sistemnya, deposito berjangka di bank Konvensional juga menerapkan sistem ARO atau automatic roll over. Fasilitas ini dapat digunakan untuk memperpanjang simpanan berjangka secara otomatis ketika jatuh tempo. Dengan sistem ini, Anda tidak perlu datang lagi dan lagi ke bank hanya untuk memperpanjang simpanan jangka panjang yang Anda miliki di bank konvensional yang Anda pilih. Namun, pastikan jika Anda sudah benar-benar menentukan dan memberitahu ke pihak bank jika Anda memilih untuk menggunakan sistem ARO untuk sistem jangka panjang yang Anda miliki.

Akan tetapi, karena masing-masing bank memiliki ketentuan tersendiri terkait dengan deposito berjangka yang ditawarkan ke nasabah misalnya untuk sistem ARO, maka Anda harus menanyakan dengan lebih pasti mengenai ketentuannya. Contohnya, kapan Anda bisa mengambil dana yang tersimpan di deposito tersebut dan biaya penalty yang dibebankan ke Anda jika Anda mencairkan dana sebelum waktu yang ditentukan.

Leave a Reply