Mata Uang Digital: Pengertian, Jenis & Contohnya

Mata uang digital atau disebut juga ‘cryptocurrency’ merupakan tipe mata uang yang disimpan dan ditransmisikan secara elektronik dalam platform digital. Munculnya mata uang digital tidak lepas dari inovasi teknologi digital dan internet.

Sebutan lain dari mata uang tipe ini adalah mata uang virtual. Istilah ‘virtual’ sering digunakan bergantian dengan digital karena maknanya dianggap sama. Namun, beberapa orang dan organisasi cenderung menggunakan istilah ‘digital’ seiring dengan konotasi yang negatif terhadap makna ‘virtual’.

Baca juga Apa Itu Bitcoin? Penjelasan Singkat

Istilah mata uang virtual cenderung bermakna mata uang yang ‘tidak nyata’. Virtual dimaknai dekat dengan tidak nyata atau maya. Sehingga timbul jarak antara yang nyata dan yang maya atau tidak nyata. Seolah-olah mata uang virtual adalah mata uang yang tidak ada. Kekacauan ini memperkuat penggunaan istilah mata uang digital secara global, ketimbang mata uang virtual.

Definisi

Mata uang crypto atau digital diciptakan dalam skema algoritma yang kompleks. Transmisi, pertukaran dan transaksi berlangsung dalam ruang elektronik-digital. Kita tidak bisa menyentuh secara fisik keberadaan uang ini, namun mata uang ini nyata beserta nilainya. Artinya bisa digunakan untuk transaksi dan jual beli, dari beli produk seperti makanan, sampai tiket. Bahkan kita bisa menggunakan mata uang jenis ini untuk survive sebagaimana menggunakan mata uang lainnya.

Fitur unik yang dimiliki mata uang tipe ini adalah mekanisme pertukaran atau pergerakan yang bersifat desentral. Tidak seperti mata uang tradisional (koin atau kertas) yang terpusat, dibuat oleh pemerintah, disimpan di bank, dan seterusnya. Mata uang tipe ini berada dalam jaringan (network) yang saling terhubung lewat komputer yang dioperasikan langsung oleh individu.

Pemerintah tentu saja tidak bisa mengontrol dan memonitor pergerakan uang ini. Bank tidak menjadi tempat untuk menyimpan, bahkan tempat transit sekalipun. Jika kamu membeli tiket menggunakan mata uang digital, maka uangmu langsung sampai pada penjual, tanpa perantara. Ingat bahwa mata uang crypto bukan rupiah, bukan dollar, bukan lainnya.

Beda dengan beli tiket dengan mata uang negara, misalnya rupiah. Jika kamu beli tiket lewat aplikasi pakai rupiah, maka kamu akan mendapat invoice untuk dibayarkan dengan berbagai opsi. Misal, kamu pilih opsi pembayaran lewat internet banking atau ATM, kamu tetap mengunakan mata uang negara. Artinya, kamu membutuhkan perantara bank untuk proses transaksi (tersentral). Jika transaksi selesai, kamu baru dapat tiketnya.

Mata uang digital adalah jenis mata uang baru yang benar-benar baru, bukan dollar, rupiah, atau mata uang negara lainnya. Namun mata uang ini bisa ‘dikonversi’ ke dalam mata uang tradisional. Dapat dipahami bahwa mata uang ini bukan mata uang dalam definisi yang tradisional.

Baca juga Pengertian Blockchain dan Contohnya

Jenis mata uang digital

Untuk memahami lebih lanjut mata uang ini, kita perlu membahas jenisnya. Jenis yang pertama kali muncul dan paling berkembang sampai sekarang adalah Bitcoin.

Bitcoin

Bitcoin adalah contoh mata uang baru. Mata uang ini tidak beredar seperti mata uang lainnya. Tidak menjadi milik satu negara. Bitcoin adalah mata uang global dan digital. Namun, seperti mata uang lainnya, bitcoin bisa dibeli. Kita bisa membeli Bitcoin dengan harga tertentu di tempat jual Bitcoin tentu saja, misalnya Coinbase.com. Fluktuasi Bitcoin membuat harganya fluktuatif. Perlu dicatat bahwa bitcoin bukan satu-satunya. Ada banyak lagi yang lainnya.

Ethereum

Ethereum adalah jenis lain dari mata uang digital yang banyak digunakan setelah Bitcoin. Analogi yang bisa digunakan untuk memahami perbedaan jenis ini tentu saja perbedaan mata uang tradisional yang berbeda tiap negara. Namun tipe mata uang ini tidak dikontrol oleh negara. Hanya beda jenisnya saja.

Altcoin

Altcoin sebenarnya digunakan sebagai sebutan mata uang selain Bitcoin. Bagi maniak Bitcoin, Ethereum sering disebut juga Altcoin. Sekali lagi, jenis mata uang ini digunakan untuk penyebutan yang lain dari Bitcoin. Hal ini berkaitan dengan sejarah kemunculannya dimana Bitcoin merupakan pionir dan yang paling mendominasi sampai saat ini.

Beberapa jenis mata uang tersebut muncul di era digital. Cryptocurrencies memiliki karakteristik pada keberadaan enkripsi atau fitur pengamanan berupa kode sebagai pembuka kunci. Cryptocurrency dianggap lebih aman karena selain terdistribusi langsung pada individu. Pergerakan mata uang ini dilengkapi enkripsi. Bayangkan sebuah password yang kamu gunakan untuk login ke akun media sosial kamu. Cryptocurrencies menggunakan kode enkripsi untuk transaksinya.