Jenis-jenis Pinjaman Finansial Berdasarkan Kegunaan dan Jangka Waktunya

Karena pada dasarnya setiap orang tidak bisa hidup sendiri, karena manusia adalah makhluk sosial sebenarnya ada banyak sekali keuntungan yang didapatkan dengan mencari kelompok masyarakat sosial ini, salah satunya adalah saling tolong menolong. Tentunya melihat dari kondisi manusia yang terkadang butuh bantuan dan juga bisa membantu, ini banyak dimanfaatkan dalam kehidupan bersosial. Contohnya ketika terlilit dengan masalah keuangan, maka nantinya Anda bisa mengajukan pinjaman finansial, tak asing lagi dengan istilah hutang ini bukan.

Hutang adalah sebuah kondisi dimana ada seseorang atau bagian kelompok meminjam sesuatu dari pihak lain dan nantinya masih ada kewajiban untuk mengembalikannya berdasarkan ketentuan yang berlaku. Sebenarnya dengan adanya pinjaman berbentuk hutang ini tak hanya pihak debitur atau mereka yang berhutang saja yang diuntungkan, melainkan juga ada kalanya pihak yang memberikan hutang atau yang dikenal sebagai kreditur juga mendapatkan keuntungan

Sebut saja diantaranya adalah bank, memang benar jika seandainya mereka memberikan hutang kepada seorang debitur, namun nantinya ada hitungan tersendiri dalam pengembalian dananya, diantaranya adalah suku bunga, nilai tambah yang dikenakan ketika ingin mengambil mengembalikan uang tersebut, berdasarkan dengan ketentuan yang sudah diberlakukan sebelumnya. Bunga yang ditawarkan ini nilainya juga berbeda-beda, setiap instansi memberlakukan nilai tersendiri, ada yang nilainya kecil dan juga besar.

Baca juga: Cara Cepat Dapat Uang Tanpa ke Bank

Perhitungannya adalah berdasarkan dari nilai uang yang dipinjam, semakin besar jumlah uang pinjaman, secara otomatis biaya bunga yang harus diberikan juga semakin tinggi. Itulah mengapa bank atau pihak kreditur sama sekali tidak dirugikan, melainkan justru untung dengan memberikan hutang tersebut. Berbicara mengenai ragam atau jenisnya sendiri memang tergolong begitu banyak, berikut ini beberapa diantaranya yang patut untuk Anda ketahui, yaitu:

Berdasarkan sifat atau kegunaannya:

  1. Kredit modal kerja, yaitu jenis modal yang digunakan untuk mendanai sebuah kegiatan tertentu atau bisnis, umumnya jenis modal yang satu ini ditawarkan oleh sebuah instansi dengan pertimbangan khusus seperti bisnis plan atau proposal bisnis yang sudah dibuat, jumlah yang diberikan nantinya juga menyesuaikan dengan angka yang tertera pada kebutuhan modal tersebut, pemberian hutang jenis yang satu ini umumnya juga disertai dengan suku bunga, namun jumlahnya tidak terlalu tinggi.
  2. Kredit investasi, jenis yang juga paling sering digunakan oleh masyarakat khususnya adalah para pengusaha yang sedang berpikiran untuk berinvestasi pada satu bidang tertentu, namun uang modalnya tersebut didapatkan dari cara berhutang, sebenarnya sah-sah saja, toh nantinya ada keuntungan yang tetap didapatkan untuk membayar hutang bank tersebut.
  3. Pinjaman konsumtif, sebenarnya untuk kondisi masyarakat seperti di Indonesia sendiri, maka tak bisa dipungkiri jika seandainya jenis hutang yang paling sering dilakukan adalah untuk kebutuhan konsumtif, uang hasil hutang tersebut nantinya akan digunakan untuk kebutuhan yang sifatnya memang konsumtif, misalnya adalah untuk menunjang biaya hidup, kemudian juga dipakai untuk membeli barang-barang tertentu yang jenisnya bukan produktif atau tidak bisa menghasilkan keuntungan tambahan.

Berdasarkan jangka waktu:

  1. Kredit jangka pendek, jika melihat dari waktu pelunasan atau tenor yang berikan maka yang paling utama adalah kredit jangka pendek, yang biasanya memang debitur diberikan waktu setidaknya kurang dari 1 tahun untuk bisa melunasi semua pinjaman hutang mereka. Sifatnya yang pendek ini sebenarnya memberikan keuntungan tersendiri bagi debitur maupun kreditur, salah satu diantaranya adalah beban pikiran tidak berlarut-larut terlalu lama, sedangkan jika melihat dari jumlah bunga yang harus dibayarkan nilainya juga jadi tak begitu besar dibandingkan dengan harus melakukan hutang jangka panjang.
  2. Kredit jangka menengah, jenis yang kedua adalah kredit dengan jangka waktu menengah, yaitu di atas 1 tahun dan masih dibawah waktu 3 tahun atau paling maksimal adalah selama 3 tahun. Biasanya lebih banyak ditujukan untuk kebutuhan modal usaha atau yang sejenisnya. Nilai kredit yang diberlakukan sendiri juga tak begitu besar, diantaranya adalah masih berada di bawah angka 100 juta rupiah. Sehingga waktu atau tenor yang dipilih juga masih kategori menengah.
  3. Kredit jangka panjang, kredit jangka panjang kisaran waktunya adalah di atas 3 tahun hingga yang paling maksimal tenor adalah 5 tahun, ini berlaku untuk beberapa jenis hutang yang nilainya memang besar, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama guna melunasinya, sebut saja diantaranya adalah KPR atau kredit pemilikan rumah, juga ada jenis kredit untuk investasi yang membutuhkan nilai besar.

Sangat penting mengenal ragam jenis pinjaman finansial berdasarkan sifat pakainya dan juga jangka waktunya ini. Pembagian lainnya sendiri juga masih ada, diantaranya dilihat dari segi cara pembelian hingga sektor perekonomian yang dituju sendiri. jangan sampai salah dalam memilih, karena berhubungan dengan cara pakai dan juga pelunasannya nanti.