Deposito Syariah dan Beragam Keuntungannya yang Ditawarkan

Masa depan tidak ada yang bisa menjamin apakah akan berlangsung dengan baik atau tidak. Karena hal tersebut, saat ini sudah banyak orang yang mulai memikirkan untuk cara berinvestasi. Salah satunya adalah dengan menggunakan deposito yang menjadi produk di Bank syariah. Pada dasarnya, jenis deposito dari Bank syariah memiliki cara yang sama namun bedanya, deposito syariah ini menggunakan prinsip syariah dalam pengelolaannya.

Deposito yang bersyariah ini merupakan simpanan jangka panjang yang diperuntukkan nasabah baik yang perorangan ataupun perusahaan di bank tertentu yang menyediakan jenis produk keuangan ini. Ada perbedaan dengan jenis deposito dengan prinsip syariah dan jenis deposito konvensional, diantaranya adalah sistem yang dipergunakan. Jika deposito di bank syariah, maka akad yang dipergunakan harus sesuai dengan prinsip syariah dan fatwa yang sudah ditetapkan oleh dewan syariah. Namun jika deposito konvensional, sistem yang dipergunakan adalah sistem perbankan modern dengan aturan dan ketentuan dari pihak bank sesuai aturan dan UU yang berlaku.



Perbedaan yang lainnya dari deposito konvensional dan syariah adalah:

1. Imbal hasil dan resiko

Deposito konvensional memiliki imbal hasil dari yang sudah ditentukan sebelumnya dan sifatnya tetap. Sedangkan untuk jenis deposito di bank syariah, sistem keuntungannya diperoleh lewat sistem bagi hasil dengan pihak perbankan.

2. Sistem pengelolaan dana deposito

Sistem pengelolaan dana yang bersyariah menginvestasikan dana dari nasabah ke instrumen yang tidak mengandung riba, gharar, maisir ataupun riba sehingga dijamin kehalalannya. Sedangkan di deposito konvensional, bank akan memilih instrumen apapun yang bisa memberikan keuntungan namun tetap sesuai dengan peraturan dari pemerintah.
h3>3. Biaya penalty

Biaya penalty bank syariah untuk produk deposito tidak berlaku namun hanya akan dikenai biaya administrasi yang besarnya sudah disepakati di awal. Sedangkan bank konvensional akan menerapkan biaya penalti dengan jumlah 0,5-2% dari sisa hutang pokok. Selain itu, bank konvensional juga bisa mengurangi jumlah bunga untuk hasil investasi ataupun penghapusan bunga yang menjadi ketentuan bank.

4. Penghitungan bunga

Penghitungan bunga hanya akan di bank konvensional dengan jumlah tertentu sedangkan di syariah, bank akan menerapkan bagi hasil yang besar penghitungannya sudah disepakati di awal.

Tidak sedikit yang akhirnya tertarik dengan deposito syariah dan salah satunya adalah karena bagi hasil. Sistem bagi hasil atau yang disebut dengan nisah ini merupakan sistem bagi pendapatan dari aktivitas yang dilakukan, dan dalam hal ini adalah deposito yang penyaluran dana dari nasabah ke instrumen yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Nantinya dari hasil investasi tersebut akan di bagi ke nasabah dan ke bank dengan besar yang sudah sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati di awal dan diperjanjikan antara nasabah dengan bank tergantung dari jumlah dan lama pengendapan dana.

Dari investasi di bank syariah tersebut, Anda akan mendapatkan beberapa manfaat dan keuntungan. Pertama adalah investasi yang halal. Hal tersebut disebabkan karena jenis investasi ini dilakukan berdasarkan pada prinsip syariah. Dalam pelaksanaannya juga akan diawasi oleh dewan syariah sehingga jika terjadi hal yang diluar prinsip syariah, maka akan ‘dikembalikan’ lagi sesuai dengan prinsip syariah yang belaku. Karena hal tersebut, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya memilih untuk menggunakan deposito di bank syariah.

Kedua adalah dana yang aman. Bank syariah yang menawarkan deposito sudah menjamin dana di lembaga penjamin simpanan atau LPS. Sehingga, keselamatan uang yang diinvestasikan di bank tersebut akan terjaga dengan baik saat terjadi hal yang tidak mengenakkan misalnya saat bank bangkrut. Tingkat keamanan akan jauh lebih tinggi disebabkan karena prosentase dari pembagian keuntungan yang sudah ditentukan di awal oleh kedua belah pihak, bank dan nasabah, dan membuat kecurangan salah satu pihak bisa diminimalisir.

Ketiga adalah hitungan keuntungan yang bisa disesuaikan. Keuntungan ini tidak akan Anda dapatkan jika Anda melakukan deposito di bank konvensional dimana keuntungan yang akan diperoleh nasabah ditentukan berdasarkan pada besar suku bunga yang berlaku. Sedangkan jika di bank syariah, Anda bisa melakukan kesepakatan dengan pihak bank dan menetapkan berapa besar keuntungan yang akan dibagi dengan pihak bank dari hasil keuntungan deposito syariah. Dengan cara ini, kerugian terutama untuk pihak nasabah bisa diminimalisir.

Keempat adalah bisa dijadikan sebagai jaminan. Kebutuhan akan suatu hal ada yang tidak bisa direncanakan misalnya keperluan untuk membayar biaya sekolah anak, sehingga membuat Anda harus mencari pinjaman dalam jumlah yang besar. Dengan memiliki deposito syariah, maka Anda bisa menggunakannya untuk jaminan pembiayaan. Pembiayaan atau kredit yang bisa menggunakan jaminan deposito bank syariah ini berbeda untuk bank yang satu dengan yang lainnya sehingga Anda harus menanyakannya langsung ke pihak bank terutama terkait dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku dan harus dipatuhi oleh setiap calon debitor yang hendak mengajukan pembiayaan.

Leave a Reply