Cari Uang Tambahan Tapi Dana di Investasikan? Overdraft Saja!

Berinvestasi merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan masa depan. Akan tetapi, tidak sedikit yang salah dalam berinvestasi dengan menginvestasikan semua atau sebagian besar dana yang dimiliki misalnya lewat deposito atau reksadana sehingga dana simpanan yang dimiliki jumlahnya sedikit. Ketika ada kebutuhan yang harus dipenuhi yang tidak cukup dipenuhi dengan uang simpanan, maka mau tidak mau Anda harus cari uang tambahan dan salah satu caranya adalah dengan overdraft.

Cerukan atau overdraft atau OD merupakan sejumlah penarikan yang lebih dari dana yang tersedia di akun seperti giro, reksadana atau deposito yang menulis cek yang lebih jumlah dana yang ada di rekening. Berdasarkan pada ketentuan, penarikan dana yang lebih tersebut termasuk hutang sehingga dilaporkan sebagai ekspansi kredit. Nasabah di bank yang memiliki fasilitas cerukan atau OD bisa menarik dana atau cek dengan jumlah yang diperlukan tanpa khawatir jika ceknya ditolak atau membayar denda cerukan.

Dengan kata lain, overdraft juga bisa dikatakan sebagai produk perbankan yang menawarkan pinjaman yang harus dilengkapi dengan jaminan pilihan produk misalnya deposito berjangka, obligasi ritel, reksadana ataupun pembiayaan asuransi jiwa. Umumnya OD dipergunakan oleh nasabah yang tidak punya dana pada rekening giro akan tetapi membutuhkan dana cepat untuk memenuhi suatu kebutuhan tertentu. Periode pinjaman untuk produk perbankan ini adalah sekitar 3-60 bulan.

Jika dilihat sekilas, produk perbankan ini mirip dengan KTA namun Anda akan diberikan suatu kartu yang dipergunakan untuk bisa melakukan penarikan tunai. Selain itu, bank akan menanggungkan bunga harian terhadap jumlah yang dipergunakan saja sedangkan untuk jangka waktu cicilannya, Anda bisa menentukan sendiri dengan menelepon ke bank. Bedanya dengan KTA, bank nantinya akan mengenakan bunga untuk total pinjaman yang diajukan.

Contohnya, misalnya A sedang cari uang tambahan untuk modal usaha sebesar Rp 50 juta, dan kemudian A pergi ke bank untuk meminta di bukakan fasilitas OD senilai Rp 50 juta. Setelah bank menyetujui, maka uang bisa ditarik lewat ATM bank dan afiliasinya. Anda tidak perlu cemas akan biaya administrasi yang harus dibayarkan karena overdraft ini Anda tidak akan dikenakan biaya administrasi tarik tunai.

Baca juga: Menambah Modal Usaha Dengan Pinjaman Tanpa Bunga

Umumnya, bunga yang dibebankan oleh bank ke nasabah adalah jenis bunga tetap atau flat. Selain harus membayar bunga yang dibebankan tersebut, Anda juga harus membayar biaya untuk cetak tagihan, materai untuk transaksi jumlah tertentu. Sehingga, misalnya jika A ternyata hanya membutuhkan dana sebesar Rp 40 juta maka bunga yang dibebankan dan harus dibayarkan oleh A hanyalah bunga untuk jumlah Rp 40 juta sedangkan sisanya yaitu Rp 10 juta tidak akan dikenakan bunga.

Dengan fasilitas dari perbankan tersebut, Anda tidak perlu bingung untuk cari uang tambahan yang berfungsi untuk memenuhi suatu kebutuhan tertentu. Masing-masing bank yang menyediakan fasilitas overdraft, memiliki ketentuan tersendiri selalu persyaratan dan ketentuan yang harus dibayarkan. Namun, dokumen yang harus dipersiapkan untuk melengkapi pengajuan pembukaan overdraft di bank tersebut, adalah:

  • Form aplikasi yang harus diisi dengan data diri nasabah yang sebenar-benarnya. Jangan lupa untuk menuliskan nomor telepon yang sesuai dengan nomor Anda yang mudah dihubungi sehingga bank akan lebih mudah menghubungi Anda terkait dengan cerukan yang Anda ambil.
  • Fotokopi identitas diri seperti KTP/Passport.
  • Salinan NPWP.
  • Fotokopi kartu kredit.
  • Fotokopi Slip gaji untuk karyawan, SIP untuk profesional dan SIUP untuk wirausaha.