Cara Menentukan Karir di Era Milenial

Cara menentukan karir di era milenial bisa dilakukan lebih cepat dari yang banyak orang kira. Banyak yang nggak percaya, tapi tips ini layak dicoba untuk menjadi milenial yang sukses. Salah satu hal yang paling mendasar adalah menyelaraskan pemikiran yang kita miliki dengan apa yang ingin kita lakukan dalam hidup.

Era milenial adalah era distrupsi, distraksi, dan destruksi. Jika tidak punya kemampuan mengendalikan pikiran, kita bakal terombang ambing oleh atensi, emosi, dan hasrat yang tersalurkan online. Medsos bisa membuat kita punya tidak stabil secara emosional. Dalam emosi yang tidak stabil, memilih karir bisa jadi blunder.

Pertama-tama milenials harus tau, berkarir nukan sekadar apa yang kita lakukan dalam pekerjaan, tapi apa yang kita lakukan dalam hidup. Jika kamu masih muda, kamu beruntung punya cukup waktu untuk memutuskan bagaimana cara kamu menjalani hidup. Artinya, bagaimana cara menentukan karir yang kamu inginkan.

Baca juga Membangun Karir Jadi Orang Biasa

Secara teknis, pertanyaan umum yang mengemuka di pikiran milenials yang sedang cari cara menentukan karir adalah ‟mau kerja apa nanti?”. Jika pertanyaan itu masih membuat kamu bingung, jangan khawatir. Pertanyaan itu tidak untuk dijawab, melainkan dilanjutkan dengan kalimat misterius ‟aku ingin melakukan sesuatu”.

Bagaimana cara menentukan karir?

Berikut ini dua kata kunci untuk menjelaskan:

Spirit

Dalam diri setiap individu, ada yang namanya spirit. Apa itu spirit? Spirit bukan sekadar semangat. Lebih dari itu, spirit adalah sumber daya dalam diri untuk menggerakkan pikiran dan tubuh menuju sesuatu yang diorientasikan.

Dalam menentukan karir, kamu harus men-set-up spiritmu. Ada ribuan karir di dunia ini, sebagian besar mungkin belum kamu ketahui. Tapi ketahuilah, sebagian besar lainnya baru akan muncul di masa depan. Tapi kamu harus memupuk spirit sedari dini, tanpa menunggu apa profesi yang ingin kamu jalani.

Spirit diperlukan di awal, bahkan jauh sebelum kamu cari kerja. Sejak di-set-up, spirit harus tetap hidup. Ketahuilah juga, banyak pencari kerja yang spiritnya mati, sehingga ketika interview kerja langsung ditolak karena perekrut tidak mendapatkan antusiasme dalam diri si pencari kerja.

Bagaimana cara mengaktifkan spirit?

Caranya mudah, salah satunya adalah dengan melihat cara menentukan karir sebagai suatu perjalanan. Bukan perjalanan hidup, tapi perjalanan turis, sebut saja traveling. Bayangkan kamu sedang jalan-jalan dalam rangka liburan. Ketika traveling, ada antusisme yang menyala sejak saat packing.

Ketika perjalanan dimulai, kamu tidak hanya bersemangat, tetapi juga berhasrat ingin tau banyak hal, ingin menikmati banyak hal karena kamu sadar travelingmu akan menjadi sebuah cerita yang mengesankan.

Kamu memperhatikan dengan mata dan indra lainnya, melihat perbedaan bangunan, budaya, bahasa, orang-orang, makanan, dan sebagainya. Kadang tanpa segan kamu bertanya pada orang apa ini dan itu. Traveling adalah sejenak meninggalkan apa yang familiar, meninggalkan rumah dan rutinitas, untuk menemukan apa yang baru di dunia ini.

Untuk mengaktifkan spirit sebagai cara menentukan karir, kamu perlu melihat proses mencari kerja sebagai semacam traveling. Kamu antusias bahwa ini adalah pengalaman yang akan menjadi cerita. Kamu adalah tokoh utamanya. Prinsipnya adalah, ada spirit dalam diri yang menyala, tercermin dalam aura antusias diwajahmu.

Baca juga Perlukah Kuliah untuk Membangun Karir Sukses?

Selain spirit, ada satu lagi kata kunci yang bisa digunakan. Saya sebutkan di sini adalah imajinasi.

Imajinasi

Imajinasi milenials bukan lamunan, namun proyeksi diri di masa depan yang diciptakan dengan kesadaran. Imajinasi sebagai cara menentukan karir perlu dilakukan namun hanya dalam waktu tertentu saja, tetapi rutin. Misal, tiap sebelum tidur, atau tiap pagi. Juga, tidak perlu lama-lama karena pada akhirnya ada sesuatu yang harus dikerjakan.

Selagi menentukan karir, kamu perlu hidup dalam imajinasi. Artinya, kamu perlu membayangkan suatu jalan yang harus dilalui untuk mencapai sebuah impian atau cita-cita. Jika cita-cita kamu ingin jadi komisaris bank, imajinasikan jalannya ke sana. Banyak orang salah berimajinasi. Mereka berimajinasi duduk di kursinya, duduk di kursi bos atau CEO. Bukan kursinya yang diimajinasikan, namun jalannya kesana.

Imajinasi perlu dipupuk sedini mungkin, jauh sebelum kamu dihadapkan pada pilihan kerja yang tersedia. Bagaimanapun, kamu memerlukan imajinasi sekalipun kamu sudah mulai bekerja. Jadi, mirip dengan spirit, imajinasi perlu diaktivasi sesegera mungkin. Jika kamu sudah punya spirit dan imajinasi, pilihan karirmu bisa kamu tentukan dengan lebih cepat dan tepat.

Spirit dan imajinasi hidup dalam diri, dalam pikiran, dalam psikologi. Jika kamu bisa aktifkan kapanpun kamu mau, medsos dan internet tidak akan mampu mendistraksi dan mendisrupsi.