Berbagai Instrumental Pasar Modal dan Penjelasannya

Instrumental pasar modal merupakan pasar nyata dimana saham suatu perusahaan yang disediakan untuk dijual dipasarkan untuk umum. Pasar saham di Indonesia sendiri terletak di Jakarta namun dimanapun Anda kini bisa memantaunya melalui situs online tertentu untuk ikut bertransaksi secara realtiime. Namun sebenarnya, saham hanya merupakan salah satu dari beberapa instrumental pasar modal yang ada. Ada beberapa instrumental lain yang juga memiliki nilai dan diperjualbelikan di pasar modal sama seperti saham. Anda yang ingin berinvestasi bisa menjadikan semua instrument tersebut sebagai cara berinvestasi yang menguntungkan. Namun sebelum itu, pastinya Anda perlu mengetahui terlebih dahulu apa instrumen lain dari pasar modal dan penjelasannya.



Saham merupakan bukti bahwa ada penyertaan modal yang dilakukan oleh pihak lain baik pribadi atau kelompok pada suatu perusahaan terbatas (PT). Dengan membeli saham dari perusahaan yang menjual sahamnya, Anda akan mendapatkan beberapa keuntungan sebagai berikut:

  • Mendapatkan bagian keuntungan dari perusahaan yang dialokasikan untuk dibagi kepada para pemilik saham, keuntungan ini disebut sebagai deviden.
  • Ketika menjual saham saat harganya sedang naik, maka seperti emas, Anda akan mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan harga jualnya. Keuntungan ini disebut sebagai capital gain.
  • Para pemilik saham juga memiliki hak suara untuk menentukan kebijakan perusahaan. Semakin banyak saham yang dimiliki maka semakin besar hak suara.

Selain keuntungan dari kepemilikan saham standar di atas, ada keuntungan lain yang bisa Anda miliki jika saham yang ada pada Anda merupakan saham istimewa. Keuntungan istimewa tersebut antara lain:

  • Pemegang saham istimewa memiliki hak utama atas barang dan harta perusahaan jika perusahaan mengalami likuidasi.
  • Pemegang saham istimewa juga mendapatkan penghasilan tetap setiap bulannya.
  • Pemegang saham istimewa yang biasanya juga menentukan operational perusahaan tak memiliki hak suara.

Instrumental pasar modal berikutnya adalah obligasi. Obligasi merupakan surat pengakuan hutang dari suatu perusahaan kepada Anda selaku penerbit obligasi. Saat jatuh tempo, penerbit obligasi bisa membebankan sejumlah bunga kepada pemilik obligasi yang akan menghasilkan keuntungan saat pembayaran. Ada 2 jenis obligasi yang kerap dibuat dan diakui yaitu:

  • Obligasi atas rujuk, merupakan obligasi dimana si pemegang obligasi yang akan menerima hak atas obligasi tersebut.
  • Obligasi atas nama, merupakan jenis obligasi yang mencantumkan nama pemilik hak atas obligasi tersebut.

Instrument terakhir adalah derivatif yang merupakan turunan dari saham serta obligasi. Ada beberapa derivatif yang dikenal dalam dunia pasar saham, diantaranya:

1. Option

Merupakan surat keterangan yang diterbitkan seseorang atau lembaga yang memberikan hak kepada orang lain untuk bisa membeli saham dan menjual saham sesuai harga yang telah ditentukan.

2. Warrant

Warrant diterbitkan oleh perusahaan yang bersangkutan kepada orang lain dimana surat tersebut memberikan hak bagi penerima untuk bisa membeli saham dengan aturan tertentu yang telah dituliskan. Aturan yang umum ditulis adalah jumlah saham, harga dan masa berlaku warrant.

3. RIGHT

Disebut juga sebagai HMETD yaitu Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang diterbitkan oleh perusahaan bersangkutan kepada orang lain untuk bisa memesan saham atau tambahan saham pada bursa saham berikutnya.

4. Reksadana

Reksadana merupakan saham dimana Anda bisa membelinya dengan nominal sesuai kemampuan. Dana Anda akan terlebih dahulu disimpan dan digabungkan dengan dana orang lain untuk bisa membeli saham dengan besaran tertentu. Ada manager investasi yang akan mengelola dana serta pembelian saham sehingga Anda tak perlu melakukan semua sendirian. Reksadana merupakan pilihan tepat bagi mereka yang ingin berinvestasi saham namun tak memiliki banyak modal serta pengetahuan mengenai pasar saham.

Banyak sekali instrument yang bisa Anda pilih untuk bisa berinvestasi. Namun perlu juga diingat bahwa investasi di pasar modal memiliki resiko lebih dibandingkan jika Anda memilih investasi properti atau emas. Di pasar modal, saham yang baru saja di beli dan memiliki prospek cerah bisa juga menjadi merosot nilainya tergantung dari keadaan moneter serta keadaan di dalam perusahaan itu sendiri. Namun sebanding juga dengan resiko yang bisa terjadi, keuntungan dari memiliki saham juga bisa lebih besar dibandingkan investasi lainnya.

Dari berbagai instrumental pasar modal yang disebutkan di atas, semuanya bisa Anda jadikan investasi untuk menyimpan tabungan dengan kesempatan keuntungan yang besar. Akan tetapi sebaiknya, disesuaikan dengan jumlah dana yang dimiliki dan pengetahuan yang dimiliki mengenai pasar saham. Jika dibutuhkan, banyak manager investasi yang bisa Anda gunakan untuk membantu memberikan pengarahan serta mengelola dana investasi dengan cara yang aman dan resmi. Untuk memantau saham ataupun investasi Anda lainnya, kini juga sudah banyak aplikasi online yang dapat dipergunakan sehingga Anda tak perlu berada di kantor atau bursa saham untuk memonitor kondisi saham perusahaan atau saham lain yang diinginkan.

Leave a Reply