Apa Itu THR? Ini Penjelasannya!

Kata THR mungkin sudah tidak terlalu asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, terutama bagi para pekerja. Dimana THR menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu kehadirannya untuk menyambut hari raya terlebih terjadi hanya setiap setahun sekali. Lalu apa itu THR? Nah, jika kata THR masih cukup awam di telinga kamu maka kamu perlu mengetahui secara singkat pengertiannya. THR sendiri merupakan kependekan dari Tunjangan Hari Raya. Tunjangan ini biasanya diberikan oleh suatu perusahaan kepada para pegawainya pada hari raya keagamaan dalam bentuk uang maupun yang lainnya.

Waktu pemberian THR diberikan kepada masing-masing pegawai disesuaikan dengan agama yang dianut. Misalnya THR menjelang hari raya Idul Fitri untuk pekerja yang beragama Islam. Sedangkan pada saat Natal, para pekerja yang beragama Kristen dan Katolik akan mendapatkan THR-nya. Begitu pun pekerja dengan agama-agama lain yang dianut, seperti Hindu, Budha akan mendapatkan THR menjelang hari raya mereka. Namun hal ini juga tergantung dari klausa yang tercatat dalam perjanjian kerja. Karena nyatanya banyak juga perusahaan yang memberikan THR pada pegawainya dengan waktu yang serempak sama yaitu menjelang hari raya Idul Fitri.



Dari Peraturan Menteri Ketenagakerjaan yang mulai berlaku sejak Maret 2016 menyebutkan bahwa yang berhak menerima THR adalah semua pekerja dengan syarat pekerja yang bersangkutan telah bekerja selama minimal satu bulan. Baik pekerja harian, pekerja kontrak, maupun pekerja tetap berhak atas THR. Dan besaran THR yang harus dibayarkan oleh perusahaan itu sendiri sudah diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6/2016, dimana jika diberikan dalam bentuk uang maka pegawai dengan masa kerja selama 12 bulan secara terus menerus berhak memperoleh uang THR sebesar satu bulan gaji pokok. Dari Permenaker yang mulai berlaku pada Maret 2016 ini juga mengatur bahwa karyawan yang telah bekerja selama satu bulan pun juga berhak memperoleh THR. Namun nominalnya disesuaikan dengan masa kerja karyawan tersebut dengan rumus, yaitu masa kerja x satu bulan upah : 12.

Sebagai contoh jika gaji kamu tiap bulannya adalah Rp 3.000.00,-, maka besaran uang THR yang akan kamu terima dengan masa kerja selama 12 bulan adalah sebesar satu bulan upah kamu, yaitu Rp 3.000.000,-. Namun jika masa kerja kamu di bawah 12 bulan, misalnya 4 bulan maka perhitungan uang THR yang kamu terima adalah 4 x Rp 3.000.000,- dibagi 12, yaitu hasilnya Rp 1.000.000,-.

Sejauh ini tentu sudah cukup paham bukan tentang apa itu THR ?. Dan yang sedikit informasi untuk pegawai yang kontrak kerjanya habis atau terkena pemutusan hubungan kerja terhitung 30 hari sebelum hari raya keagamaan, juga berhak untuk mendapatkan THR. Sehingga misalnya jika kamu merupakan pegawai kontrak namun 20 hari sebelum hari raya masa kerja kamu berakhir, maka kamu tetap akan mendapatkan uang THR.

Untuk waktu pembayaran THR bisa dilakukan selambat-lambatnya satu minggu sebelum hari raya keagamaan dan untuk pihak yang melanggar bisa dikenai denda hingga hukuman pidana. Pihak perusahaan maupun pengusaha yang telat membayarkan THR kepada pegawainya akan dikenakan denda sebesar 5 % dari jumlah THR yang dibayarkan ke setiap pegawai. Bila tidak dibayarkan, maka pemerintah akan memberikan teguran yang bisa berujung dengan pencabutan izin usaha jika tidak juga diindahkan.

THR memang harus dibayarkan paling lambat satu minggu sebelum hari raya keagamaan si pekerja. Namun asalkan ada kesepakatan antara pengusaha atau perusahaan dengan karyawannya, THR bisa diberikan pada hari lain. Selain itu THR juga bisa diberikan dalam bentuk selain uang dengan syarat sebagai berikut:

  1. Harus ada kesepakatan antara pekerja dan pengusaha atau perusahaan terlebih dahulu.
  2. Tidak lebih dari 25 % dari seluruh nilai THR.
  3. Barang yang diberikan selain minuman keras, obat-obatan, bahan obat, dlsb.
  4. Diberikan bersamaan dengan pembayaran THR.

Memang terkadang praktek pembayaran THR di lapangan ada yang tidak sesuai dengan prosedur. Sehingga praktek penegakan hak-hak pegawai terkait tentang pemberian THR di lapangan perlu sekali untuk diawasi, terlebih untuk beberapa celah yang berpotensi dimanfaatkan oleh pengusaha nakal. Jika ada pegawai yang mengalami permasalahan terkait penerimaan THR bisa menyampaikannya ke posko-posko yang melayani pengaduan THR, seperti dinas tenaga kerja daerah atau bisa juga melalui Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBI).

Nah, setelah pembahasan di atas tentu pengertian tentang apa itu THR dan penjelasan detailnya sudah cukup paham bukan. Yang perlu untuk diingat bahwa THR itu adalah hak semua pegawai baik pegawai harian, kontrak, maupun tetap dimana perusahaan sebagai pihak pemberi kerja wajib untuk membayarkannya menjelang hari raya keagamaan pegawai tersebut. Selain itu penting juga untuk kamu mengetahui waktu pembayaran, jumlah pembayaran, serta ketentuan lainnya terkait THR agar kamu mendapatkan hak kamu dengan sebenar-benarnya. Semoga ulasan terkait tentang THR di atas bisa bermanfaat.

Leave a Reply