Apa itu dan Pentingnya: BI Checking

Sekarang ini membeli barang secara langsung pastinya akan terasa lebih mudah karena kemunculannya kartu kredit yang dapat digunakan untuk membeli apa pun yang kamu inginkan tanpa mengeluarkan uang pada saat pembeliannya. Masing-masing dari kartu kredit pastinya memiliki limit atau batas jumlah uang yang bisa kamu gunakan setiap bulannya. Bukan secara gratis, pastinya kamu juga dituntut untuk membayarkan apa yang sudah dibeli ketika akhir atau pertengahan bulan, sesuai dengan kebijakan masing-masing bank yang mengeluarkannya. Sekarang ini berbagai bank pun pastinya sudah menyediakan jenis kartu yang satu ini, dimana sangat memudahkan para penggunanya serta menarik minat masyarakatnya. Namun, saat ini pembuatannya pun sedikit diperketat, dimana kebanyakan dari bank memasukkan BI Checking sebagai syarat utama agar kartu kredit dapat lolos dan kamu pun dapat memakainya sesuai dengan keinginan kamu. Selain kartu kredit, jika kamu mengajukan KPR, KTA, atau pun KKB, pastinya semua memasukkan hal tersebut sebagai salah satu syaratnya.

Hal tersebut merupakan suatu catatan dimana para masing-masing debitur secara individual dicatat dalam setiap transaksi dan juga pembayarannya dan dijadikan sebuah informasi atau laporan. Hal tersebut dapat mencatat apakah kamu lancar dalam membayarkan kredit tersebut atau malah mengalami masalah dan juga macet. Tidak sedikit dari masyarakat Indonesia yang mengajukan untuk pembuatan kartu kredit yang ditolak akibat history yang tidak lancar. Hal ini pastinya sangat menyulitkan kamu, oleh karena itu banyak yang menginginkan catatan mereka memiliki reputasi yang baik.




Pastinya kamu merasa penasaran bagaimana suatu lembaga keuangan seperti bank di Indonesia bisa mendapatkan catatan riwayat BI Checking. Berikut inilah prosesnya:

  • Pertama-tama, lembaga keuangan akan melakukan pemeriksaan dan menjalankan penyelidikan pada sang pengaju kartu kredit. Hal ini dilakukan dengan mengakses SID atau Sistem Informasi Debitur.
  • Setelah itu, lembaga tersebut akan mendapatkan riwayat tersebut dari SID yang sebelumnya sudah memuat segala informasi mengenai kamuatau debitur yang berkaitan dengan kredit dan hal tersebut akan dijadikan pertimbangan.
  • Jika permintaan kredit disetujui, maka pihak lembaga keuangan akan memberikan sebuah laporan mengenai hal tersebut dan disimpan pada SID.

Pastinya kamu juga akan merasa penasaran, jenis BI Checking dapat menilai seseorang. Hal tersebut dapat digambarkan dengan memberikan skor kredit, seperti:

  • Skor 1, jika kredit lancar dan selalu membayar cicilan dan juga bunganya setiap bulan sampai lunas.
  • Skor 2, jika kredit dalam kondisi perhatian khusus, misalnya ketika debitur menunggak membayar cicilan selama 1 hingga 90 hari lamanya.
  • Skor 3, jika pembayarannya tidak lancar atau menunggak hingga 91 sampai 120 hari.
  • Skor 4, jika debitur menunggak hingga 121 sampai 180 hari.
  • Skor 5, kredit macet dan menunggak hingga lebih dari 180 hari.

Mungkin setelah melihat hal tersebut, maka kamu pun akan merasa lebih khawatir, was-was serta tidak tenang dan juga ragu ketika akan mengajukan kartu kredit. Namun tidak perlu memusingkan hal tersebut, sekarang ini kamu pun dapat mengeceknya dengan sangat mudah dan juga praktis. Untuk mengeceknya pun kamu tidak perlu bantuan dari orang lain dan dapat dikerjakan dengan sendiri. kamu bisa menggunakan berbagai perangkat alat komunikasi yang sudah disertakan bersama jaringan internet. Berikut inilah kedua cara yang dapat kamu lakukan untuk mengetahui skor dari BI tersebut:

  1. Mengajukan Permintaan

Jika kamu tidak ingin pusing dengan menggunakan berbagai perangkat elektronik untuk mengetahui berapa skor yang kamu miliki sebagai debitur adalah mengajukan permohonan atau permintaan untuk mengetahui hal tersebut dan dikirimkan kepada lembaga keuangan, seperti misalnya bank tertentu dan juga pada non-bank. Misalnya, kamu dapat mencari tau dari biro informasi kredit. Perlu diingat, untuk mengetahui skor kamu tidak memerlukan biaya khusus, alias gratis. Hal ini juga pastinya akan membuat kamu lebih cepat merasa lega jika memang skor yang dimiliki adalah baik.

  1. Online

Dengan online pun kamu juga dapat mengetahui status atau pun skor dari riwayat kredit kamu. Bukalah situs OJK atau situs khusus yang bisa kamu gunakan untuk mencari tahu hal tersebut. Ketika sudah terbuka, pastikan untuk mengisi formulir yang diberikan untuk kamu isi. Pastikan jika memasukkan datanya sesuai dengan fakta yang ada. Sehabis mengisi formulir tersebut, kirimlah segera. Setelahnya, informasi mengenai status dan juga riwayat kredit milik kamu pun akan muncul dan kamu pun dapat mengetahuinya dengan mudah.

Jika sudah terlanjur tidak baik, maka kamu pun dapat membersihkan BI Checking kamu, yakni dengan cara ini:

  • Melunasi semua utang dan juga yang tertunggak selama ini hingga tuntas.
  • Ketika sudah lunas, maka segeralah cek status kamudengan cara online dan perhatikanlah jika memang ada yang berubah setelah pelunasan tersebut.
  • Setelah dikonfirmasi, bawalah surat klarifikasinya pada gerai informasi Bank Indonesia, hal ini pastinya membuat kamu bisa mendapatkan kartu kredit kembali.

Leave a Reply